Mahkamah Konstitusi Menolak Gugatan Prabowo

Mahkamah Konstitusi

Mahkamah Konstitusi pada hari Kamis tanggal 27 Juni 2019 menolak gugatan yang diajukan oleh Badan Pemenangan Nasional Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, bahwa Pemilihan Presiden pada bulan April tidak berlangsung secara jujur dan adil.

Sebelumnya pada tanggal 21 Mei 2019 Komisi Pemilihan Umum telah mengumumkan hasil Pemilihan Umum 2019, bahwa Capres-Cawapres 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin telah memenangkan Pemilihan Presiden dengan perolehan sebanyak 55,5% suara, sedangkan Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memperoleh 44,5% suara.

Namun, Prabowo menolak hasil tersebut dan tidak mengakui kekalahannya, serta menuduh Capres Petahana telah menyalahgunakan kekuasaannya dan merebut kemenangan dari tangannya, oleh sebab itu Prabowo mengajukan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi.

Pada hari Kami tanggal 27 Juni 2019, sembilan hakim konstitusi yang berunding membutuhkan waktu berjam-jam untuk menolak setiap tuduhan PilPres 2019 dari Tim BPN, sebelum akhirnya menyatakan kemenangan terhadap Capres-Cawapres 01.

Pengamat politik juga telah menyatakan bahwa lembaga survey yang melakukan Quick Count telah melaksanakannya secara jujur dan adil, serta suvey oleh Saiful Mujani Research and Consulting pada pekan lalu menunjukkan bahwa sekitar 70% orang Indonesia setuju.

Kedua belah pihak mengatakan bahwa mereka akan menerima keputusan pengadilan.

Kerusuhan Pemilu 2019

Beberapa bulan lalu kerusuhan besar terjadi di Jakarta, para pendukung Prabowo bentrok dengan pasukan keamanan ketika mereka menuntut Capres 01 mundur.

Sedikitnya 9 orang meninggal dan 900 orang luka-luka ketika polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke pengunjuk rasa.

Kejadian tersebut merupakan kerusuhan sipil terburuk di Indonesia selama bertahun-tahun dan organisasi Hak Asasi Manusi Amnesty International menyerukan penyelidikan independen terhadap tuduhan kebrutalan polisi dan pembunuhan di luar hukum selama kerusuhan tersebut.

Demas Reyhan Adritama

Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad yang berusaha meningkatkan keahlian untuk menjadi Kreator Konten Digital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.