Berbagi Melalui Blogging Pada Era Digital

Bangga Menjadi Blogger

Era digital saat ini di tahun 2019 menjadi ajang para anak muda menunjukkan keahlian yang dimiliki melalui media digital.

Saat ini semua serba digital, dari mulai membeli makanan, membeli tiket, sampai pesan kamar hotel dilakukan menggunakan gawai yang memiliki akses internet.

Memang teknologi memegang peranan penting di Revolusi Industri 4.0 saat ini.

Banyak anak muda zaman sekarang yang memiliki ide kreatif dan berdampak sosial bagi kehidupan sehari-hari kita.

Salah satunya sebagai Kreator Konten Digital, baik sebagai Youtuber ataupun Blogger.

Mau jadi Youtuber atau Blogger ?

Semua itu bisa dilakukan secara bersama, sebagai pembuat video dan penulis konten, asalkan anda memiliki niat yang kuat untuk sukses di era digital ini dan yang terpenting jangan memikirkan penghasilan dulu tetapi bagaimana konten yang kita buat itu dapat disenangi dan bahkan memiliki manfaat bagi orang lain.

Chairul Tanjung

 

 

AWAL MULA BLOGGING

Blogging bermula ketika saya diterima bersekolah di SMK Telkom Purwokerto. Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur. Tetapi di sisi lain saya khawatir dan cemas terhadap biaya pendaftaran yang terbilang cukup mahal bagi saya, karena saya bukan dari keluarga kaya, belum lagi harus membayar SPP setiap bulan yang setiap tahun pasti naik.

Hal itu menjadi tantangan bagi saya, bagaimana saya dapat membayar biaya sekolah itu agar tidak membebani orang tua yang juga harus membayar biaya sekolah TK adik saya. Saat merenungi hal itu saya teringat perkataan Guru TIK saat SMP, ada alumni yang masih SMA bisa ke Tanah Suci. Saya penasaran dan langsung mencarinya di Google, apa yang sebenarnya ia lakukan.

 

Pemuda Terkaya di Purwokerto

Pramudya Ksatria Budiman itulah keyword yang saya cari di Google, ia biasa dipanggil Bang Satruk.

Pramudya Ksatria Budiman

Ternyata ia seorang Blogger. Bermula ketika ia merasa uangnya habis ketika bermain game online di warnet sepulang sekolah, lalu ia berpikir “Internet bisa membuat uang saya berkurang, apakah saya bisa mendapatkan uang dari Internet”. Akhirnya ia menemukan cara untuk mendapatkan uang dari internet, yaitu Paid to Click, setiap mengklik iklan maka ia akan mendapatkan uang. Berawal dari itu ia menemukan cara lain untuk menghasilkan uang dari internet, dengan menjadi penulis di media digital, yaitu Blogging. Kesuksesannya juga ia dapatkan dari kelucuannya sebagai Stand Up Comedy, saya teringat saat ia mengajar Pramuka di SMP, ia menjelek-jelekan dirinya sendiri saat ia menunjukkan keahliannya sebagai komedian. Bang Satruk memang pemuda yang sukses dan multi talenta.

 

Google Adsense

Dari blognya saya belajar membuat konten artikel. Artikel pertama yang saya publish adalah Getuk Goreng Sari Murni, yang saat itu masih menggunakan CMS Gratisan, yaitu Blogger. Setelah 5 artikel saya buat, saya baru sadar penghasilannya dapat dari mana. Saya pun bergabung dengan grup Blogger di berbagai media sosial, seperti WhatsApp, Telegram, dan Facebook. Dari grup-grup Blogger tersebut saya mengetahui untuk mendapatkan uang, blognya harus menayangkan iklan dengan cara mendaftarkannya di Google Adsense. Alhamdulillah setelah 3 kali mengajukan saya diterima Google Adsense, untuk menayangkan iklan dan mendapatkan penghasilan.

Google Adsense

Mungkin karena berkah Ramadhan 1439 H. Ya, saya mendaftar H-1 Lebaran dan diterima H+5 Lebaran. Sebelumnya saya merasa cemas, karena dari cerita para Blogger, Google Adsense akan mengrimkan email balasan paling lama 3 hari, tetapi lebih dari 3 hari saya tidak mendapatkan email balasan. Alhamdulillah, lagi buka-buka grup WhatsApp, ada yang membagikan artikel agar pengajuan Google Adsense  tidak digantung, setelah saya baca dan mempraktekan caranya, akhirnya 1 hari kemudian yang artinya H+5 Lebaran saya mendapat email balasan seperti foto di atas tersebut.

Ditolak Adsense Lebih Sakit Daripada Ditolak Cinta

Dibawah ini merupakan iklan pertama yang tayang di blog saya

Iklan Adsense

 

 

MENGINGAT 2018

Baru 7 bulan saya ngeblog, tahun sudah berganti. Tahun 2018 menjadi tahun yang selalu saya ingat, karena terdapat cerita-cerita menarik yang membuat saya bertambah semangat untuk blogging.

 

Asian Games 2018

Tahun 2018 menjadi tahun yang membanggakan bagi rakyat Indonesia, karena pada tahun 2018 Pesta Olahraga Asia, yaitu Asian Games ke-18 diadakan di Indonesia. Setelah menunggu selama 56 tahun, akhirnya Indonesia kembali menjadi tuan rumah Asian Games untuk ke-2 kalinya. Sebenarnya Asian Games ke-18 diselenggarakan pada tahun 2019, karena pada tahun 2019 Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden, maka penyelenggaran Asian Games ke-18 dimajukan menjadi tahun 2018.

Asian Games 2018 menjadi berkah bagi para Kreator Konten Digital, salah satunya kompetisi blog. Sesuai dengan perintah dari Presiden Jokowi untuk memviralkannya di media sosial. Saya mengikuti 3 kompetisi, yaitu :

  1. Kategori Pelajar dan Blogger, yang diadakan oleh Bitread
  2. dukungbersama.id, yang diadakan oleh Kemenkominfo
  3. Kompetisi Blog, yang diadakan oleh DJIKP

Hadiah utamanya adalah tiket pembukaan Asian Games. Tetapi saya belum beruntung untuk mendapatkan hadiah utamanya. Alhamdulillah saya bisa mendapatkan hadiah boneka Bhin-Bhin, salah satu maskot Asian Games 2018 yang berbentuk burung cenderawasih, dari kompetisi blog yang diadakan oleh DJIKP. Saya berikan hadiah tersebut untuk adik saya, yang memang sangat menginginkan boneka Asian Games. Adik saya memang meminta dibelikan boneka Asian Games ketika boneka tersebut muncul di acara-acara TV, tetapi adik saya sekarang dapat memiliki boneka tersebut tanpa perlu membelinya.

Boneka Bhin-Bhin

Itulah pengalaman pertama saya mengikuti kompetisi blog dan menjadi pembelajaran bagi saya untuk meningkatkan keahlian blogging saya agar menjadi juara dalam kompetisi blog lainnya, Aamiin

 

Akademi Blogging

Akademi Basecamp Satruk, tempat belajar sekaligus menjadi komunitas blogging bagi saya. Akademi yang dibuat oleh Bang Satruk bersama kedua temannnya, yang bernama Mas Fatah dan Mas Yugi.

Akademi Basecamp Satruk

Mas Fatah adalah alumni Pesantren Sintesa. Pesantren Sintesa merupakan pesantren yang mengajarkan bisnis online.

Sedangkan Mas Yugi ternyata alumni SMP yang sama dengan saya dan juga alumni SMK Telkom Purwokerto. Ia biasa dipanggil Mas Al. Kisahnya sama seperti saya, ia tertarik belajar blogging karena ingin membayar biaya sekolah. Ketika masih sekolah, ia memanfaatkan jam istirahat untuk belajar Digital Marketing. Saat ini ia memiliki penghasilan lebih dari 30 juta dengan profesinya sebagai ahli Search Engine Optimization (SEO).

Akademi ini mengajarkan saya untuk membuat konten artikel tidak hanya menarik untuk dibaca tetapi dari sisi Google juga penting, yaitu SEO, bagaimana caranya agar blog kita muncul di halaman Google terutama halaman pertama, diantaranya harus memperhatikan tag heading, meta description, dan riset keyword.

Akademi ini juga mendatangkan para Internet Marketer untuk menjadi pembicara. Salah satunya Mas Ahmad Manarul Hakim. Ia juga alumni SMK Telkom Purwokerto. Kisahnya sangat menarik. Setelah lulus dari Telkom Schools, ia bekerja di Telkom Group sebagai pegawai tetap untuk mengelola database teknisi seluruh Indonesia. Tetapi tanpa disangka ia resign dari pekerjaannya tersebut. Padahal pekerjaannya itu langsung membantu Vice President Telkom. Resign dari pekerjaannya di Telkom tidak membuat Mas Ahmad menyesal, karena sekarang ia telah mempunyai penghasilan $1000 setiap bulan dari blogging. Karena ketekunan dan taat beribadah, dia memang pantas untuk mendapatkan takdir tersebut.

Dibawah ini merupakan perbandingan saya dengan kakak-kakak kelas saya yang sudah sukses menjadi Blogger

Blogger Spenza

Nama Panggilan

Blogger Stematel

Program Keahlian

 

 

Bangga Menjadi Blogger

Menjadi Blogger itu gampang-gampang susah. Mudahnya kita hanya duduk, lalu membuat artikel dan di publish. Sedangkan susahnya, artikel yang dibuat harus bagus untuk dibaca dan bagus untuk Google, untuk mendapatkan banyak pengunjung yang akhirnya bisa mempunyai penghasilan lebih.

Memang pertama kali saya blogging bertujuan mendapatkan uang untuk biaya sekolah. Tetapi setelah 1 tahun blogging dan mengikuti Akademi Blogging, ternyata mendapatkan uang dari Blogging itu susah. Artikel yang dibuat harus memenuhi kriteria SEO dan Readibility agar dapat mendatangkan banyak pengunjung.

Dari hal itulah saya berpikir, bahwa untuk sukses dalam pekerjaan, jangan memikirkan banyaknya penghasilan yang didapat, tetapi pikirkanlah berapa banyak manfaat yang bisa dibagikan dan fokuslah terhadap pekerjaan tersebut untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

 

Manfaat Blogging

Seperti tujuan dari Deread Blog, yaitu :

Uang Yang Pertama, Berbagi Yang Utama

1.Berbagi

Punya pengalaman unik atau mengunjungi tempat wisata baru. Janganlah disimpan untuk diri sendiri ! Bagikan momenmu dan keahlianmu dengan blogging. Ceritakan perjalanan wisatamu melalui blogging. Punya keahlian seperti membuat website, berikan tutorialnya melalui blogging. Insya Allah kamu akan mendapatkan banyak manfaat baik di dunia maupun di akhirat dan bisa menjadi Amal Jariyah, Aamiin

2.Uang

Sudah bisa buat artikel blog yang bagus, artikelmu pasti akan dibaca oleh banyak orang dan penghasilanmu akan bertambah seiring dengan bertambahya pengunjung, Aamiin. Gunakanlah penghasilan dari blog untuk hal-hal yang bermanfaat, seperti bersedekah. Insya Allah penghasilanmu akan dilipatgandakan di kemudian hari, Aamiin.

 

 

Harapan 2019

Banyak resolusi di 2019 yang belum terwujud. Di sekolah saja saya masih punyak projek membuat alat IoT bersama ke-3 teman saya. Insya Allah setelah selesai Prakerin pada bulan Maret projek ini akan diselesaikan. Walaupun baru tahap awal, semoga kedepannya alat ini bisa dipasarkan, Aamiin.

Pada bidang IT saya ingin membuat toko online dan menjadi pengembang aplikasi. Bukan hanya sekedar toko online yang menjual baju, sepatu atau kaos, tetapi toko yang menjual inovasi produk lokal asal daerah saya, Banyumas. Sedangkan untuk menjadi pengembang aplikasi saya masih tahap proses pembelajaran bahasa pemrograman.

Selain itu, seperti yang saya sampaikan di awal artikel ini, saya ingin menggabungkan blog dan youtube. Jika saya sudah konsisten membuat banyak artikel, maka saya akan konversikan menjadi video yang akan diulpload di channel youtube saya.

Berikut 2 artikel yang sudah dijadikan video :

BlogYoutube

Harapan Blogging 2019 :

  1. Membuat Komunitas Blogger Pelajar
  2. Deread Blog banyak yang mengunjungi dan membaca artikelnya
  3. Artikel Blog semakin bagus dari Kriteria SEO dan Readibility
  4. $100 setiap bulan

Berlaku untuk semua Blogger di Indonesia bahkan Dunia, harapan terbesar dalam dunia blogging pasti sama, yaitu ingin membuat Kompetisi Blog. Seperti Blogger yang bernama Adhi Nugroho.

Kompetisi Blog Nodi

Kesuksesannya dalam blogging tidak membuatnya angkuh, dia punya rasa berbagi. Membagikan rejekinya untuk para Blogger pemula seperti saya dengan syarat membuat artikel tentang Bangga Menjadi Narablog Pada Era Digital.

Berbagi itu harus menjadi hal utama dalam blogging !

Demas Reyhan Adritama

Seorang siswa TKJ SMK Telkom Purwokerto yang berusaha meningkatkan keahlian untuk menjadi Kreator Konten Digital

Mungkin Anda juga menyukai

7 Respon

  1. Joe Candra berkata:

    Wah semangatnya luar biasa dek, msh SMA udah bs menginspirasi hehe, lanjutkannnnn

    • Terima Kasih mas Joe Candra 🙂
      Saya terinspirasi untuk blogging dari kakak-kakak kelas saya
      Senang bisa mengenal mas Adhi Nugroho dan para juri.
      Kompetisi blog yang profesional, nama-nama pesertanya di list dan artikelnya diberi komentar langsung oleh juri.
      Sukses selalu 🙂

  2. Adam Amirudin berkata:

    mantap juga, sukses selalu sob

  1. 23 Februari 2019

    […] memang menjadi salah satu bagian dari gaya hidup di Era Digital saat ini yang harus ada di gawai semua orang. Walaupun Kemenkominfo sudah melakukan pemblokiran […]

  2. 20 April 2019

    […] era digital saat ini pertumbuhan Internet berkembang cepat. Dimanapun berada Internet selalu […]

  3. 18 Agustus 2019

    […] Pada era digital saat ini, kebutuhan laptop sudah merambah sampai ke kalangan pelajar. Bukan hanya pelajar SMK saja, tetapi pelajar SMA dan bahkan pelajar SMP pun sudah banyak yang memiliki laptop pribadi. […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *