Bencana Tsunami Selat Sunda

 

Gelombang Menghantam Konser Band Seventeen

Sabtu 22 Desember 2018, Inalillahi Wainailaihi Rojiun

Sebuah video dramatis yang beredar di media online menunjukkan para anggota band Seventeen tampil di atas panggung di depan penonton yang duduk di resort Tanjung Lesong, di ujung Jawa Barat.

 

Dalam video tersebut terlihat detik-detik saat panggung dihantam oleh gelombang. Terdengar teriakan dari kerumunan penonton saat mereka berusaha melarikan diri.

 

 

Korban Tsunami

Korban tewas berjumlah 373, dengan 1459 terluka dan 128 hilang.

Tsunami tadi malam adalah salah satu dari serangkaian bencana yang melanda Indonesia pada tahun 2018. Ada kekhawatiran bahwa jumlah korban jiwa akan semakin meningkat.

Pak SD Darmono, ketua Jababeka Group yang memiliki resort yang dilanda tsunami menggambarkan dampaknya benar-benar menghancurkan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan ratusan bangunan rusak akibat tsunami.

Dikatakan, kemungkinan penyebab tsunami adalah tanah longsor di bawah laut setelah gunung berapi Krakatau meletus.

Badan penanggulangan bencana memperingatkan bahwa korban tewas setelah tsunami, yang melanda sekitar pukul 21:30 pada hari Sabtu, kemungkinan akan semakin meningkat.

Kematian telah dilaporkan di wilayah Pandeglang, Lampung Selatan, Serang, Tanggamus, dan Pesawaran.

Di antara daerah yang terkena adalah resort pantai Tanjung Lesung yang populer di Jawa Barat. Tidak ada peringatan dari gelombang yang datang.

Daerah yang terkena dampak terburuk adalah wilayah Pandeglang Provinsi Banten di Jawa, yang meliputi Taman Nasional Ujung Kulon dan pantai-pantai populer di barat daya ibu kota, Jakarta.

Para ilmuwan mengatakan tsunami mungkin disebabkan oleh letusan Anak Krakatau, sebuah pulau vulkanik yang terbentuk selama bertahun-tahun dari gunung berapi Krakatau terdekat. Mereka juga mengutip gelombang pasang yang disebabkan oleh bulan purnama.

 

 

Peringatan Pasang Naik

Sutopo Purwo Nugroho, kepala BNPB, telah memperingatkan bahwa masih ada potensi tsunami lain karena Krakatau masih aktif. Ada peringatan pasang tinggi sampai besok dan orang-orang diharuskan menjauh dari pantai untuk sementara waktu.

“Tolong jangan berada di pantai sekitar Selat Sunda. Mereka yang telah dievakuasi, harap tidak kembali, ”kata Rahmat Triyono, kepala BMKG pada hari Minggu.

 

 

Tweet Presiden Indonesia

Presiden Indonesia Joko Widodo  memposting di twitter tentang kesedihan mendalam untuk korban tsunami yang terjadi di Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan.

“Saya telah memerintahkan semua pejabat pemerintah terkait untuk segera mengambil langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, dan merawat yang terluka,” katanya.

 

 

Band Seventeen

Band Seventeen yang terlihat dalam video di atas, telah menyatakan 3 anggota band dan manajer perjalanan mereka telah ditemukan dalam keadaan meninggal.

Saat itu Band Seventeen tampil di acara gathering yang diadakan PLN pada pukul 9:30 .

 

 

Peringatan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan orang-orang untuk menjauh dari garis pantai karena kekhawatiran akan tsunami susulan. “Kami sedang menunggu pembaruan status Gunung Anak Krakatau jika ada perkembangan pada aktivitas vulkaniknya. Jika aktivitasnya semakin buruk, kita perlu waspada, “kata Rahmat Triyono, kepala BMKG”. Tsunami ini berbeda dari yang disebabkan oleh gempa bumi. Jika disebabkan oleh gempa bumi, tidak pernah ada tindak lanjut tsunami yang direkam dalam sejarah. Tapi yang ini berbeda, letusan bisa dimulai dengan getaran kecil yang kemudian menjadi lebih besar”.

 

 

Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau diperkirakan telah memicu tsunami yang mematikan sejak Juni, terkadang mengeluarkan gumpalan abu besar ke langit dan pada bulan Oktober sebuah perahu wisata hampir terkena pijaran lava dari letusan gunung berapi tersebut.

Pulau vulkanik muncul pada tahun 1928 dari kaldera Krakatau, gunung berapi yang terkenal meledak pada tahun 1883 dan merupakan letusan gunung berapi terdhasyat dalam sejarah, memuntahkan abu 12 km ke udara dan menewaskan lebih dari 30.000 orang.

Anak Krakatau telah aktif sejak ia muncul, dengan letusan setiap dua hingga tiga tahun. Pulau ini tidak berpenghuni tetapi sebagai destinasi wisata yang populer.

Demas Reyhan Adritama

Seorang siswa TKJ SMK Telkom Purwokerto yang berusaha meningkatkan keahlian untuk menjadi Kreator Konten Digital

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *